DRD Berikan Solusi Baru
Anies berharap para anggota DRD bisa memberikan inovasi dan terobosan bagi Pemprov DKI. Hal itu agar warga DKI bisa merasakan hasil tugas anggota DRD
Image is not available
previous arrow
next arrow
Slider

MEGAPOLITANPOS.COM. Jakarta- Dewan Riset Daerah (DRD) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) menggelar talk show tentang Kesiapan Pemerintah dan Masyarakat Menuju Jakarta Bebas Tuberkulosis (TBC) tahun 2020 di Blok F, lantai 2, Balai Kota DKI.

Anggota Komisi Kesejahteraan Rakyat DRD DKI Jakarta, Pratiwi Pujilestari Sudarmono mengaku sangat mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam upaya mengeliminasi penyakit TBC pada 2030 mendatang.

"Berkolaborasi di semua unsur harus dikuatkan sedemikian rupa. Sehingga mimpi kita untuk mengeliminiasi TBC di tahun 2030 dapat tercapai," ujarnya di lokasi, Kamis(5/12).

Sementara itu, Kepala Seksi Penyakit Menular, Tular Vektor dan Zoonotik Dinkes DKI Jakarta, Murni Luciana mengatakan, pihaknya telah memiliki rencana aksi untuk menangani TBC. Salah satunya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit ini.

"Kita berkolaborasi dengan semua sektor untuk bergerak bersama-sama sesuai dengan peran dan tupoksi masing-masing," ucapnya.

Ia menyebutkan, pada 2018, pasien TBC tercatat ada sebanyak 36.617 orang. Sementara dari Januari hingga September 2019, pasien TBC tercatat ada sebanyak 27.959 orang.

"Kita temukan dan obati sampai sembuh. Pengobatannya gratis," tandasnya.

Sementara, Agung Nugroho, ketua nasional Rekan Indonesia menyatakan bahwa problem penanggulangan dan pengentasan penyakit menular akan bisa teratasi jika ada pemahaman yang sama antara SKPD dan masyarakat tentang apa kolaburasi yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta.

Agung menilai bahwa kolaburasi yang dilakukan saat ini oleh dinkes DKI masih dimaknai sebagai sebuah kemitraaan. Padahal menurutnya, kolaburasi itu adalah bersatunya pemerintah dengan masyarakat untuk bersama sama bergerak dalam mengatasi problem di lingkungan tempat tinggalnya.

"Peran partisipasi aktif warga bisa diwadahi dan diarahkan oleh Dinkes DKI, untuk dapat bergerak secara mandiri dalam menyelesaikan masalah kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya termasuk dalam mengatasi masalah TBC" ujar Agung.

Sumber Berita : Megapolitanpos


 

indopos.co.id – Dewan Riset Daerah (DRD) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) menggelar talk show tentang Kesiapan Pemerintah dan Masyarakat Menuju Jakarta Bebas Tuberkulosis (TBC) tahun 2020 di Blok F, lantai 2, Balai Kota DKI, Kamis (5/12/2019).

Anggota Komisi Kesejahteraan Rakyat DRD DKI Jakarta, Pratiwi Pujilestari Sudarmono mengaku sangat mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam upaya mengeliminasi penyakit TBC pada 2030 mendatang.

“Berkolaborasi di semua unsur harus dikuatkan sedemikian rupa. Sehingga mimpi kita untuk mengeliminiasi TBC di tahun 2030 dapat tercapai,” ujarnya di lokasi, Kamis (5/12/2019).

Sementara itu, Kepala Seksi Penyakit Menular, Tular Vektor dan Zoonotik Dinkes DKI Jakarta Murni Luciana mengatakan, pihaknya telah memiliki rencana aksi untuk menangani TBC. Salah satunya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit ini.

“Kita berkolaborasi dengan semua sektor untuk bergerak bersama-sama sesuai dengan peran dan tupoksi masing-masing,” ucapnya.

Ia menyebutkan, pada 2018, pasien TBC tercatat ada sebanyak 36.617 orang. Sementara dari Januari hingga September 2019, pasien TBC tercatat ada sebanyak 27.959 orang. “Kita temukan dan obati sampai sembuh. Pengobatannya gratis,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Nasional Rekan Indonesia Agung Nugroho menyataka, problem penanggulangan dan pengentasan penyakit menular akan bisa teratasi jika ada pemahaman yang sama antara satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan masyarakat tentang apa kolaburasi yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta.

Agung menilai, kolaborasi yang dilakukan saat ini oleh dinkes DKI masih dimaknai sebagai sebuah kemitraaan. Padahal menurutnya, kolaburasi itu adalah bersatunya pemerintah dengan masyarakat untuk bersama sama bergerak dalam mengatasi problem di lingkungan tempat tinggalnya.

“Peran partisipasi aktif warga bisa diwadahi dan diarahkan oleh Dinkes DKI, untuk dapat bergerak secara mandiri dalam menyelesaikan masalah kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya termasuk dalam mengatasi masalah TBC” ujar Agung. (mdo)

Sumber Berita : Indopos


 

Page 1 of 21