DRD Berikan Solusi Baru
Anies berharap para anggota DRD bisa memberikan inovasi dan terobosan bagi Pemprov DKI. Hal itu agar warga DKI bisa merasakan hasil tugas anggota DRD
Image is not available
previous arrow
next arrow
Slider


DRD DKI mengirimkan utusannya untuk memenuhi undangan Deputi Budaya dan Pariwisata DKI dalam diskusi enterpreneurship. Diskusi dilalsanakan di Gedung Balaikota Blok G Lantai 5, pada Rabu 4 Maret 2020 pukul 09:00 - 12:00 WIB.

Diskusi program JakPreneur dipimpin langsung oleh bapak Deputi Dr. Dadang Solihin. Dewan Riset Daerah (DRD) DKI Jakarta diwakili oleh Dr. Jaizuluddin Mahmud dan Dr. Fahransyah. Hadir pula beberapa utusan dari unit dan SKPD terkait. Adapun diskusi tersebut membahas materi yang disampaikan oleh narasumber dari Balai Inkubator Teknologi (BIT) Badan Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi (BPPT).

Dalam paparannya, kepala BIT BPPT Dr. Ir. Anugerah menyampaikan profil dan kinerja lembaga inkubatornya, yang telah menghasilkan puluhan start-up dan teknoprener. Sebagai inkubator bisnis, pengalaman dan keahlian BIT BPPT (berpotensi) sangat penting dalam meningkatkan program kewirausahaan baru DKI Jakarta. DRD DKI Jakarta memberikan masukan tentang potensi DKI Jakarta dalam program JakPreneur. Jika 10% saja mahasiswa dan 5% siswa SMK yang di Jakarta aktif mengikuti program ini, maka kemungkinan besar target 200 ribu wirausaha baru dapat tercapai.

Bapak Deputi menutup diskusi dengan harapan agar BIT BPPT dapat berkontribusi lebih lanjut dalam program penciptaan wirausaha baru DKI Jakarta, khususnya di bidang Budaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


 

 

MerahPutih.Com - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyatakan bahwa Jakarta siap meninggalkan status sebagai ibu kota di tahun 2024.

Kesiapan itu tampak dari pemaparan yang disampaikan Dewan Riset Daerah (DRD) yang menyampaikan Jakarta akan menjadi kota bisnis pariwisata dan riset internasional.

Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz menjelaskan, dari paparan yang disampaikan DRD Jakarta nantinya hanya akan berpindah sistem tata pemerintahan.

Lanjut dia, sedangkan peluang ekonomi bisnis dan jasa akan terus dijalankan warga DKI dan pelaku usaha, investor di sejumlah sektor seperti perdagangan dan Distribusi logistik, keuangan perbankan, teknologi informasi, industri pengolahan, pendidikan, kesehatan hingga pariwisata dan hiburan.

"Saya kira DKI sudah lebih dari siap untuk melaksanakan (perpindahan ibu kota) itu. Kita berharap bahwa status daerah khusus walaupun ibu kota nanti dipindah, tapi status daerah khusus harus ada di Jakarta sebagai daerah khusus bisnis ekonomi dan riset internasional," kata Azis saat menggelar rapat kerja di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (24/2).

Meski demikian, ia menilai Pemprov DKI harus mematangkan sejumlah hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam rancangan transformasi kota Bisnis Pariwisata dan Riset Internasional 2024 yang direkomendasikan DRD.

Salah satunya, lanjutnya, dengan mempertahankan potensi-potensi bisnis yang berpeluang menjadi sentral pasar yang berkembang di Jakarta dan dunia internasional. Seperti Bursa Efek Indonesia sebagai ikon peredaran bisnis di Ibu kota.

"Bursa efek tetap di Jakarta karena memang ini ikon bisnis kita. Sedangkan dampaknya orang-orang yang bermain saham dan sebagainya perlu infrastruktur yang baik dari sisi koneksi internet (misalnya), dan itu semua sudah ada di DKI Jakarta dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan bisnis di DKI Jakarta," jelas Aziz.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I Riset Bidang Pemerintahan DRD DKI, Eman Sulaeman Nasim mengatakan pihaknya telah mempertimbangkan secara matang rekomendasi predikat kota bisnis pariwisata dan riset Internasiona bagi Jakarta di 2024.

Menurutnya, pengaruh bisnis yang akan berjalan di Jakarta akan semakin kompleks meski pada nantinya status otonomi khusus sebagai daerah khusus ibu kota akan dicabut oleh pemerintah pusat.

"Jadi bisnis itu nanti masuk ke segala macam, bisnisnya nanti akan ada umum, financial, ekonomi perbankan dan juga pariwisata dan jasa-jasa lainnya," pungkasnya.

Sumber Berita : merahputih.com