DRD Berikan Solusi Baru
Anies berharap para anggota DRD bisa memberikan inovasi dan terobosan bagi Pemprov DKI. Hal itu agar warga DKI bisa merasakan hasil tugas anggota DRD
Image is not available
previous arrow
next arrow
Slider


DRD News. Dewan Riset Daerah (DRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, menggelar rapat pleno pertama di awal Tahun Kerbau Logam, pada Selasa 12 Januari 2021. Rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua DRD DKI Jakarta, Prof. Ir. Kemas Ridwan Kurniawan, M.Sc., Ph.D, mengulas berbagai keberhasilan capaian kegiatan kajian ilmiah, diseminasi, publikasi dan kerjasama pada tahun 2020.
 
Tahun 2021, merupakan tahun harapan menurunnya pandemi Covid19. DRD DKI Jakarta, akan konsisten menerapkan protokol kesehatan di dalam melaksanakan kegiatan pada tahun yang dijuluki sebagai Tahun Kerbau Logam ini.
 
Terdapat 2 (dua) langkah besar yang alan dipersiapkan oleh DRD pada triwulan pertama, yakni: penyusunan naskah akademik kelembagaan Riset dan Inovasi Daerah (Risda), dan penyusunan dokumen Agenda Riset Daerah (ARD) yang akan menjadi bagian dokumen dari Rencana Pembangunan Jangka Pendek/Menengah/Panjang Daerah.
 
Dr.-cand. Isroil Samihardjo, M.Def.Stud sebagai ketua kelompok kerja (pokja) penyusunan naskah akademik kelembagaan Risda, pada rapat pleno ini, memaparkan sejarah riset dan perkembangan kelembagaannya baik di pusat dan di daerah. Sejumlah ide konseptual ditawarkan beliau untuk dipertimbangkan lebih lanjut nantinya oleh para anggota DRD lainnya. Perpres 112/2020 telah membubarkan Dewan Riset Nasional (DRN), namun hal ini seharusnya tidak mempengaruhi keberlanjutan DRD, karena DRD bukan subordinat langsung dari DRN. DRD dibentuk untuk membantu Gubernur dalam menyusun dan memberikan masukan terhadap tata kelola pemerintahan, tata kelola pembangunan ekonomi yang tetap berjalan dengan tetap melibatkan peran serta sosial kemasyarakatan didalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Penyusunan kebijakan tersebut ditempuh dengan melakukan kajian dan diskusi ilmiah serta penyusunan Policy Brief dan artikel ilmiah.
 
Bapak Ibnu Tadji H. Nurwendo, memaparkan jadual (time line) yang telah disepakati bersama untuk penyusunan ARD. Beberapa anggita DRD pun ada yang telah mengumpulkan beberapa usulan tematik kegiatan/kajian untuk dipertimbangkan lebih lanjut masuk ke ARD.
 
Rapat pleno dengan durasi sekitar 4 jam 30 menit tersebut kemudian ditutup dengan menyepakati untuk segera menyelesaikan dua langkah besar tersebut di atas.