DRD Berikan Solusi Baru
Anies berharap para anggota DRD bisa memberikan inovasi dan terobosan bagi Pemprov DKI. Hal itu agar warga DKI bisa merasakan hasil tugas anggota DRD
Image is not available
previous arrow
next arrow
Slider

Sonora.ID - Komisi B bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta hari ini (24/02/2020) melakukan rapat bersama Dewan Riset Daerah Provinsi DKI Jakarta, terkait hasil riset potensi perekonomian DKI Jakarta di masa yang akan datang termasuk pasca pindahnya ibu kota negara.

Sekretaris Komisi I bidang Pemerintahan Dewan Riset Daerah Provinsi DKI Jakarta, Eman Sulaeman Nasim, dalam rapat menyampaikan rekomendasi atau saran kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Komisi B berdasarkan hasil riset yang dilakukan.

Jakarta sudah siap melepas status ibu kota dan Dewan Riset Daerah menyarankan agar Jakarta menjadi kota bisnis riset internasional.

Lebih lanjut, Eman mengatakan meski sudah siap, tentu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Jakarta pasca pindahnya ibu kota.

Dewan Riset Daerah Provinsi DKI Jakarta menyarankan untuk mempersiapkannya mulai dari sekarang, salah satunya mulai berinvestasi di bidang teknologi informasi bidang keuangan.

Selain itu, Ketua Komisi B bidang perekonomian DPRD DKI Jakarta Abdul Azis juga mengatakan, selain sebagai Ibu Kota, Jakarta sudah eksis sebagai kota bisnis.

Jika Ibu Kota pindah ke Kalimantan, Abdul berharap perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga riset yang sudah eksis di Jakarta tidak ikut pindah ke ibu kota negara yang baru, tetapi tetap di Jakarta dan membuat kontribusi di Jakarta semakin baik dalam menghadapi persaingan global.

Abdul juga berharap Jakarta tidak hanya menjadi sejarah pernah menjadi Ibu Kota negara, tetapi juga ingin mengangkat Jakarta menjadi kota internasional event dan pariwisata internasional.

Menurut Abdul, juga penting untuk memajukan Kepulauan Seribu yang selama ini perkembangan ekonominya paling minimal di Jakarta.

Dengan adanya kota bisnis ini Abdul menyebut bisa mengembangakan Kepulauan Seribu seperti Bali dan menjadi salah satu topangan kota untuk menjadi kota bisnis.

Sumber berita : Sonara.id


 

DEWAN Riset Daerah (DRD) DKI merekomendasi status Jakarta ketika tidak menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Usulan Jakarta menjadi kota bisnis dan riset internasional, menyusul kebijakan pemerintahan Joko Widodo yang menunjuk Kalimantan Timur sebagai lokasi IKN baru.

"Kami mengusulkan statusnya menjadi daerah khusus kota bisnis dan riset internasional. Bisnis di antaranya perdagangan dan distribusi atau logistik, serta keuangan dan perbankan. Kalau riset, bidang itu teknologi informasi dan ilmu dasar bagi industri pengolahan," ujar Sekretaris Komisi 1 DRD DKI, Eman Sulaeman Nasim, dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD di Jakarta, Senin (24/2).

DRD juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memberbanyak alokasi anggaran di bidang investasi teknologi dan keuangan. Pasalnya, tantangan untuk mengubah Kota Jakarta menjadi pusat bisnis dan riset internasional, berasal dari aspek infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

DRD juga menekankan Jakarta harus bisa menarik potensi ekonomi dari sektor pariwisata. Salah satunya, menjadikan Kepulauan Seribu sebagai financial resort. Artinya, wilayah tersebut akan dijadikan tempat pelatihan, seminar dan konferensi untuk masalah keuangan.

"Hasil kajian kami, dari enam kota administrasi, Kepulauan Seribu itu paling tertinggal. Kalau yang lain kan daratan, sedangkan Kepulauan Seribu itu pantai. Makanya dimanfaatkan untuk resort pertemuan internasional bidang keuangan," pungkasnya.

Sebagai informasi, DRD merupakan lembaga independen yang hasil kajiannya dilaporkan ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. DRD berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Lembaga tersebut beranggotakan 37 orang dan memiliki empat komisi kerja.(OL-11)

Sumber Berita : mediaindonesia.com