DRD Berikan Solusi Baru
Anies berharap para anggota DRD bisa memberikan inovasi dan terobosan bagi Pemprov DKI. Hal itu agar warga DKI bisa merasakan hasil tugas anggota DRD
Image is not available
previous arrow
next arrow
Slider

 

Jakarta (25/06/2019) - Pada 25 Juni 2019 di ruang rapat Dewan Riset Nasional (DRD) DKI Jakarta dilangsungkan Rapat pembahasan Publikasi DRD. Publikasi diantaranya adalah penghidupan kembali Jurnal Riset Daerah dan Website DRD. Dalam pembuatan Jurnal nantinya akan dibangun Open Journal Sistem Jurnal Riset Daerah DKI yang saat ini mati suri dan baru terbit dalam versi cetak. Sedang dalam Pembuatan Website masih dalam tahap pengembangan dan masih menunggu rumah yang masih dikomunikasikan dengan pihak Diskominfitik DKI.


 

 

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan secara resmi mengukuhkan dan memberikan arahan kepada para anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi DKI Jakarta sebanyak 37 orang untuk Periode 2018-2022.

Lebih lanjut, Anies Baswedan menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari amanat undang-undang nomor 18 tahun 2002. Selain itu juga Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta.

"Hari ini kita mengukuhkan anggota Dewan Riset Daerah. Mereka dikukuhkan sebagai amanat dari UU nomor 18 tahun 2002, juga sesuai dengan Perda dan Pergub DKI Jakarta. Kita lantik tadi Jumlahnya 37 orang," ujar Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Dengan dilantiknya Dewan Riset Daerah tersebut, Anies Baswedan berharap mereka bisa memberikan terobosan untuk menyelesaikan berbagai macam masalah di Jakarta, dan terlebih lagi diharapkan bisa memberikan solusi baru untuk Jakarta.

"Kita bukan ingin mengundang mereka untuk menerapkan hasil riset dan kajian, tapi kita undang mereka untuk memberikan alternatif dan solusi. Jadi orientasinya adalah penyelesaian masalah-masalah di Jakarta, penawaran solusi-solusi baru, bukan sekadar menerapkan hasil riset dan kajian dengan begitu orientasinya pada penyelesaian masalah di Jakarta," terangnya.

"Jadi lagi-lagi saya minta mereka melihat masalah-masalah Jakarta, lalu mereka melakukan riset untuk menyelesaikan. Jangan membuat riset sendiri lalu dicoba diterapkan di Jakarta," tambah Anies Baswedan.

Anies menilai kalau Jakarta masih memiliki banyak masalah mendasar bagi masyarakat. Ia pun menyebutkan beberapa problematika saat ini adalah masih terdapat masyarakat yang membutuhkan air bersih, serta juga akses kesehatan.

"Tadi saya sampaikan masalah-masalah yang mendasar. Masalah kebutuhan air, ada 40% warga belum terakses air bersih, ada masalah akses kesehatan," ungkapnya.

"Kemudian soal pembangunan ruang interaksi bagi warga, sehingga muncul perasaan kebersamaan dan kesetaraan di kota ini dan juga solusi masalah lain yang sudah banyak dibicarakan, masalah transportasi, pemukiman dan lainnya," tutup Anies.