DRD Berikan Solusi Baru
Anies berharap para anggota DRD bisa memberikan inovasi dan terobosan bagi Pemprov DKI. Hal itu agar warga DKI bisa merasakan hasil tugas anggota DRD
Image is not available
previous arrow
next arrow
Slider

Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi DKI Jakarta, pada Senin 28 Juni 2021 lalu menyelenggarakan Diskusi Grup Terpimpin (Focus Group Discussion, FGD) dalam rangka penyusunan Agenda Riset Daerah (ARD) untuk bidang pembangunan dan lingkungan hidup. FGD yang dibuka dan dipimpin oleh Bapak Ibnu Tadji, digelar dalam rangka mengkompilasi permasalahan baik teknis maupun manajerial yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam mengelola DKI Jakarta sebagai Ibukota NKRI agar menjadi nyaman, aman, dan sehat bagi warganya yang tinggal dan beraktivitas di dalamnya.

Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, menurut BAPPEDA, saat ini memang berfokus mengoptimalisasikan seluruh rencana pembangunan daerah dan lingkungan hidup agar bisa dicapai target RPJMD 2017 - 2022. Berkenaan dengan penyusunan ARD, kegiatan riset dibagi dalam kerangka long-term dan short-term. Pada kegiatan short-term, riset mengaplikasikan metode quick research untuk mencapai quick win.

Pada FGD tersebut, Kepala BAPPEDA Provinsi DKI Jakarta menyampaikan situasi dan kondisi tentang ketersediaan dan ketahanan air bersih di jakarta. Fakta menunjukkan bahwa 97% air baku di Jakarta masih mengandalkan sumber dari luar Jakarta. Namun, karena saat ini status Jakarta masih sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI) maka ada jaminan suplai air berdasarkan Perpres. Sehingga, perlu dipikirkan solusi untuk pemenuhan air baku, setelah pelepasan status Ibukota. BAPPEDA sangat mendorong adanya riset untuk meningkatkan ketahanan air di Jakarta secara bertahap. Roadmap riset ketahanan air sangat perlu dimasukkan kedalam ARD.

BAPPEDA menyampaikan bahwa riset yang masih harus tetap dilanjutkan adalah terkait solusi pencegahan dan pengendalian banjir dan tanah longsor. Tahun 2020 hingga 2021 ini sedang dilaksanakan pembangunan 9 (sembilan) Polder dan 3 (tiga) Waduk untuk menampung air gelontoran permukaan sisa hujan dari arah hulu sebelum mengalir menuju ke hilir di muara-muara sungai di Teluk Jakarta. Program penataan sungai yang saat ini sedang berjalan ada di beberapa lokasi (Kali Besar, Ciliwung, Pasar Baru), serta sentra pintu air di Manggarai. Selain kedua program besar tersebut, diperlukan juga suatu riset tentang sistem peringatan dini banjir agar supaya masyarakat di Jakarta dapat mempersiapkan/ mengevakuasi terlebih dahulu sebelum terjadinya banjir.

Program yang tidak kalah membutuhkan dukungan keilmuan dan teknologi adalah di aspek Hunian. Diperlukan suatu tools (instrumen) yang bisa mengakselerasi capaian program Down-Payment (DP) Nol Rupiah. Sehingga riset terkait pembangunan instrument tersebut sangat direkomendasikan dicantumkan di ARD. Instrumen dapat berbagai bentuk baik berupa model skematik “quick win” tetang alur optimalisasi atau alur elaborasi/ insentif dengan pihak Swasta dan Perorangan yang dapat menarik partisipasi pihak luar dalam mensukseskan program DP Nol Rupiah. Instrumen terkait aspek hunian lainnya yang perlu juga dicantumkan di ARD misalnya instrumen tentang aturan pembatasan masa kepenghunian rusunawa yang mungkin perlu dilakukan penyesuaian akibat dari semakin terbatasnya kemampuan fiskal dari Pemda Provinsi DKI Jakarta dalam membangun rusunawa yang baru, dan keterbatasan pula dalam kemampuan mensubsidi rusunawa yang saat ini telah operasional.


 

Page 1 of 75